Selasa, 10 Mei 2011

Media Animasi Untuk Pembelajaran

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah

      Media dalam belajar saat ini memang sudah sangat berkembang di Indonesia. Belajar dengan menggunakan media sudah banyak diterapkan di sekolah. Pada dasarnya media adalah sarana pendukung yang digunkan dalam hal pengajaran agar pendidik danpat lebih mudah meyampaikan materi yang dibahasnya. Dalam menggunakan media harus dilihat apa yang akan disamapikan kepada siswa. Guru harus dapat merangsang terhap siswa untuk berfikir aktif untuk memecahkan masalah yang dihadapakan kepada siswa. Dengan menggunakan media yang tepat diharapkan mampu membantu guru dalam memberikan materi yang diberika kepada siswa.
        Dalam kegiatan belajar siswa tidak hanya memperoleh teorinya saja namun alangkah baiknya siswa mampu mempraktekkanya. Belajar menggunakan media animasi merupan cara belajar yang dapat diterapkan untuk sekolah dasar .Dengan melihat animasi yang dipelihatkan siswa akan merasa tertarik dengan apa yang dilihatnya, namun selain melihat secara tidak langsung siswa diajak untuk berfikir apa mejadi permasalahan yang ditampilkan sehingga siswa dapat berfikir aktif. Selain diberkan materi oleh Guru, dengan melihat animasi yang ditampilkan  siswa mampu mengidentifikasi terhadap yang harus dilukan untuk memecahakan masalah yang dihadapi.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan Animasi?
2.  Bagaimana menerapkan pembelajaran dengan media animasi ?
3.  Bagaimana keunggulan dan kelemahan dengan menggunakan media animasi ?

C. Tujuan
1. Memahami tentang Animasi.
2.  Mengetahui pembelajaran dengan menggunakan media animasi.
3. Mengetahui keunggulan dan kelebahan yang timbul jika menggukan media animasi dalam   
    Pembeljaran.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Animasi
    Animasi berasal dari kata ”Animation” yang dalam bahasa Inggris ”to animate” yang berarti menggerakan. Animasi dapat diartikan sebagai menggerakan sesuatu (gambar atau obyek) yang diam. Sejarah animasi dimulai dari jaman purba, dengan ditemukannya lukisan-lukisan pada dinding goa di Spanyol yang menggambarkan ”gerak” dari binatang-binatang. Pada 4000 tahun yang lalu bangsa Mesir juga mencoba menghidupkan suatu peristiwa dengan gambar-gambar yang dibuat berurutan pada dinding.
    Sejak menyadari bahwa gambar bisa dipakai sebagai alternatif media komunikasi, timbul keinginan menghidupkan lambang-lambang tersebut menjadi cermin ekspresi kebudayaan. Terbukti dengan diketemukannya berbagai artefak pada peradapan Mesir Kuno 2000 sebelum masehi. Salah satunya adalah beberapa panel yang menggambarkan aksi dua pegulat dalam berbagai pose.
    Animasi sendiri tidak akan pernah berkembang tanpa ditemukannya prinsip dasar dari karakter mata manusia yaitu: persistance of vision (pola penglihatan yang teratur). Paul Roget, Joseph Plateau dan Pierre Desvigenes, melalui peralatan optic yang mereka ciptakan, berhasil membuktikan bahwa mata manusia cenderung menangkap urutan gambar-gambar pada tenggang waktu tertentu sebagai suatu pola. Dalam perkembangannya animasi secara umum bisa didefinisikan sebagai suatu sequence gambar yang diekspos pada tenggang waktu tertentu sehingga tercipta sebuah ilusi gambar bergerak.
      Menurut Artawan (2010), ada tiga jenis format animasi yaitu animasi tanpa sistem control misalnya untuk pause, memperlambat kecepatan pergantian frame, zoom in, zoom out dan lain sebagainya, animasi dengan sistem kontrol dan animasi manipulasi langsung, dimana guru dapat berinteraksi langsung dengan kontrol navigasi.
       Media animasi termasuk jenis media visual audio, karena terdapat gerakan gambar dan suara. Menurut Sudrajat (2010), pembelajaran audio visual didefinisikan sebagai produksi dan pemanfaatan bahan yang berkaitan dengan pembelajaran melalui penglihatan dan pendengaran yang secara eksklusif tidak selalu harus bergantung kepada pemahaman kata-kata dan symbol sejenis

        Menurut Furoidah (2009), media animasi pembelajaran merupakan media yang berisi kumpulan gambar yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan gerakan dan dilengkapi dengan audio sehingga berkesan hidup serta menyimpan pesan-pesan pembelajaran. Media animasi pembelajaran dapat dijadikan sebagai perangkat ajar yang siap kapan pun digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran.
         Animasi merupakan salah satu bentuk visual bergerak yang dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan materi pelajaran yang sulit disampaikan secara konvensional. Dengan diintergrasikan ke media lain seperti video, presentasi, atau sebagai bahan ajar tersendiri animasi cocok untuk menjelaskan materi-materi pelajaran yang secara langsung sulit dihadirkan di kelas atau disampaikan dalam bentuk buku.

Jenis-Jenis Animasi
            Dilihat dari tehnik pembuatannya animasi yang ada saat ini dapat dikategorikan menjadi 3,
        yaitu:
       1. Animasi Stop-motion (Stop Motion Animation)
2. Animasi Tradisional (Traditional animation)
3. Animasi Komputer (Computer Graphics Animation)

1. Stop-motion animation
    Stop-motion animation sering pula disebut claymation karena dalam perkembangannya, jenis animasi ini sering menggunakan clay (tanah liat) sebagai objek yang digerakkan . Tehnik stop-motion animation merupakan animasi yang dihasilkan dari penggambilan gambar berupa obyek (boneka atau yang lainnya) yang digerakkan setahap demi setahap. Dalam pengerjaannya teknik ini memiliki tingkat kesulitan  dan memerlukan kesabaran yang tinggi.

2.   Animasi Tradisional (Traditional animation)
      Tradisional animasi adalah tehnik animasi yang paling umum dikenal sampai saat ini. Dinamakan tradisional karena tehnik animasi inilah yang digunakan pada saat animasi pertama kali dikembangkan. Tradisional animasi juga sering disebut cel animation karena tehnik pengerjaannya dilakukan pada celluloid transparent yang sekilas mirip sekali dengan transparansi OHP yang sering kita gunakan. Pada pembuatan animasi tradisional, setiap tahap gerakan digambar satu persatu di atas cel.
Dengan berkembangnya teknologi komputer, pembuatan animasi tradisional ini telah dikerjakan dengan menggunakan komputer. Dewasa ini teknik pembuatan animasi tradisional yang dibuat dengan menggunakan komputer lebih dikenal dengan istilah animasi 2 Dimensi.

3. Animasi Komputer
    Sesuai dengan namanya, animasi ini secara keseluruhan dikerjakan dengan menggunakan komputer. Dari pembuatan karakter, mengatur gerakkan  “pemain” dan kamera, pemberian suara, serta special effeknya semuanya di kerjakan dengan komputer. Dengan animasi komputer, hal-hal yang awalnya tidak mungkin digambarkan dengan animasimenjadi mungkin dan lebih mudah. Sebagai contoh perjalanan wahana ruang angkasa ke suatu planet dapat digambarkan secara jelas.

 
 Perkembangan teknologi komputer saat ini, memungkinkan orang dengan mudah membuat animasi. Animasi yang dihasilkan tergantung keahlian yang dimiliki dan software yang digunakan.

      Software Animasi
        Saat ini terdapat banyak jenis software animasi yang beredar di pasaran, dari software yang mempunyai kemampuan yang sederhana hingga yang komplek, dari yang gratis hingga puluhan juta rupiah.
Dari sisi fungsi penggunaan software animasi dapat dikelompokkan menjadi Software Animasi 2 Dimensi dan Software Animasi 3 Dimensi.

1.  Software Animasi 2 Dimensi.
     Software animasi 2D adalah software yang digunakan untuk membuat animasi tradisional (flat animation), umumnya mempunyai kemampuan untuk menggambar, mengatur gerak, mengatur waktu, beberapa dapat mengimpor suara. Dari sisi penggunaan umumnya tidak sulit.
       Contoh dari Software Animasi 2D ini antara lain: (1) Macromedia Flash,(2) Macromedia Director,(3) ToonBoom Studio,(4) Adobe ImageReady,(5) Corel RaVe,(6) Swish Max,(7) Adobe After Effect.

2.  Software Animasi 3 Dimensi
              Software animasi 3D mempunyai fasilitas dan kemampuan yang canggih untuk membuat animasi 3 dimensi. Fasilitas dan kemampuan tersebut antara lain, membuat obyek 3D, pengaturan gerak kamera, pemberian efek, import video dan suara, serta masih banyak lagi. Beberapa software animasi 3D mempunyai kemampuan khusus, misalnya untuk animasi figure(manusia), animasi landscape (pemandangan), animasi title (judul), dll. Karena kemampuannya yang canggih, dalam penggunaannya diperlukan pengetahuan yang cukup tinggi dan terkadang rumit. Contoh dari Software Animasi 3D ini antara lain: (1) 3D Studio Max,(2) Maya,(3) Poser (figure animation),(4) Bryce (landscape animation),(5) Vue (landscape animation),(6) Cinema 4D,(7) Blender,(8) Daz3D.

B. Manfaat Animasi
        Animasi pada dasarnya mempunyai fungsi sebagai hiburan, namun pada saat ini animasi sudah sangat berkembang. Animasi pada saat ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan dalam berbagai kegiatan dari mulai kegiatan santai sampai serius, dari mulai sebagai fungsi utama sampai fungsi tambahan atau hiasan. Animasi dibangun berdasarkan manfaatnya sebagai perantara atau media yang digunakan untuk berbagai kebutuhan di antaranya :media hiburan,media iklan, media presentasi. Media Animasi digunakan untuk menghibur penonton atau pengguna animasi tersebut, sehingga memberikan kepuasan. Animasi sebagai media hiburan biasanya digarap dengan sangat serius karena sebagai produk dagangan yang memiliki harga jual. Salah satu kegunaan animasi yang serin kita gunakan adalah animasi untuk memperindah tampilan animasi. Media Presentasi, animasi digunakan untuk membuat menarik  perhatian para auden atau peserta presentasi terhadap materi yang disampaikan oleh presenter.  Dengan penambahan animasi pada media presentasi  membawa suasana presentasi menjadi  tidak kaku. Dengan penambahan animasi diharapkan  dapat tercapai  penyampaian informasi atau terjadinya komunikasi yang baik sesui dengan yang diharapkan. Beberapa fungsi animasi dalm mendukung untuk kegiatan  presentasi adalah :
- Memperindah tampilan presentasi.
- Meanrik perhatian dengan adanya pergerakan dan suara yang selaras.
- Memudahkan susunan presentasi.
- Memper mudadah penggambaran suatu materi.
C. Pengertian Animasi Utuk Pembelajaran
        Secara harfiah, media berarti perantara atau pengantar. Menurut Nurhayati dan Sappe (2004), ada beberapa pengertian media yang dikemukakan oleh para ahli antara lain sebagai berikut :
1) Assocation for education and Communication Technology (AECT) mengartikan sebagai
segala bentuk yang digunakan untuk proses penyaluran informasi.
2) National Educational Association (NEA) mengartikan sebagai segala bentuk yang dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang digunakan untuk kegiatan tersebut.
3) Blake dan Horalsem mengatakan media yang digunakan untuk membawa atau menyampaikan sesuatu pesan dimana media merupakan jalan atau alat yang mana suatu pesan berjalan antara komunikator dengan komunikan.
4) Santoso dan Harmidjojo menyatakan semua bentuk perantara yang dipakai orang penyebar ide, sehingga gagasan itu sampai pada penerima.
         Menurut Hidayat (2010), media diartikan meliputi alat bantu guru dalam mengajar serta sarana pembawa pesan dari sumber belajar ke penerima pesan belajar (siswa). Sebagai penyaji dan penyalur pesan, media belajar dalam hal hal tertentu, bisa mewakili guru menyajikan informasi belajar kepada siswa. Jika program media itu didesain dan dikembangkan secara baik, maka fungsi itu akan dapat diperankan oleh media meskipun tanpa keberadaan guru. Pada hakekatnya media pendidikan juga merupakan media komunikasi, karena proses pendidikan juga merupakan proses komunikasi. Apabila kita bandingkan dengan media pembelajaran, maka media pendidikan sifatnya lebih umum, sebagaimana pengertian pendidikan itu sendiri.
Sedangkan media pembelajaran sifatnya lebih mengkhusus, maksudnya media pendidikan yang secara khusus digunakan untuk mencapai tujuan belajar tertentu yang telah dirumuskan secara khusus. Tidak semua media pendidikan adalah media pembelajaran, tetapi setiap media pembelajaran pasti termasuk media pendidikan. Alat peraga, alat bantu guru (teach¬ing aids), alat bantu audio visual (AVA), atau alat bantu belajar yang selama ini sering juga kita denga pada dasamya, semua istilah itu dapat kita masukkan dalam konsep media, karena konsep media merupakan perkembangan lebih lanjut dari konsep konsep tersebut.
      Pengajaran akan lebih efektif apabila objek dan kejadian yang menjadi bahan pengajaran dapat divisualisasikan secara realistik menyerupai keadaan yang sebenarnya, namun tidaklah berarti bahwa media hrus menyerupai keadaan sebenarnya. Hal yang penting penting untuk dibahas adalah bagaimana pesan visual sebagi media dalam hubunganya dengan proses belajar- mengajar, artinya bagai mana guru dan siswa memanfaatkan pesan visual untuk mempertinggi proses belajar dan mengajar.Ketrampilan memahami pesan visual dapat diartikan sebagai kemampuan menerima dan menyampaikan pesan-pesan visual mecakup membaca visual secara tepat,memahami makna yang terkandung di dalamnya, menghubungkan unsur- unsur isi pesan visual dengan pesan verbal atau sebaliknya,serta mampu menghatati nilai keindahan visual. Sedangkan menyampaikan pesan visual mencakup menvisualisasikan pesan verbal, melukiskan atau memvisualisasikan makna isi pesan, dan menyederhanakan makna dalam pesan visual animasi.  

D.  Animasi Untuk Pembelajaran
     Penggunaan animasi dalam pembelajaran memang mempunyai banyak kelebihanya.Saat ini semakin banyak pendidik yang menggunakan animasi dalam menyamapikan materi yang di sampaikan dalam menarik perhatian serta mempermudah pemahaman siswa dalam belajar. Pembelajaran menggunakan animasi mempunyai banyak maanfaat dan keunggulanya. Menurut Hidayat (2010) Manfaat secara umum, media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran akan lebih efektif dan efisien. Tetapi secara. lebih khusus ada beberapa manfaat media yang lebih rinci.
Menurut Kemp dan Dayton (1985) dalam Hidayat (2010) manfaat media dalam pembelajaran, yaitu:
·         Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan. Setiap guru mungkin mempunyai penafsiran yang berbeda beda terhadap suatu konsep materi pelajaran tertentu. Dengan bantuan media, penafsiran yang beragam tersebut dapat dihindari sehingga dapat disampaikan kepada siswa secara seragam. Setiap siswa yang melihat atau mendengar uraian suatu materi pelajaran melalui media yang sama, akan menerima informasi yang persis sama seperti yang diterima oleh siswa-¬siswa lain. Dengan demikian, media juga dapat mengurangi terjadinya kesenjangan informasi diantara siswa di manapun berada.
·         Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik. Berbagai potensi yang dimilikinya, media dapat menampilkan informasi melalui suara, gambar, gerakan dan warna, baik secara alami maupun manipulasi. Materi pelajaran yang dikemas melalui program media, akan lebih jelas, lengkap, serta menarik minat siswa. Dengan media, materi sajian bisa membangkitkan rasa keingintahuan siswa dan merangsang siswa bereaksi baik secara fisik maupun emosional. Singkatnya, media pembelajaran dapat membantu guru untuk menciptakan suasana belajar menjadi lebih hidup, tidak monoton, dan tidak membosankan.
·         Proses belajar menjadi lebih interaktif. Jika dipilih dan dirancang secara baik, media dapat membantu guru dan siswa melakukan komunikasi dua arah secara aktif selama proses pembelajaran. Tanpa media, seorang guru mungkin akan cenderung berbicara satu arah kepada siswa. Namun dengan media, guru dapat mengatur kelas sehingga bukan hanya guru sendiri yang aktif tetapi juga siswanya.
·         Efesiensi dalam waktu dan tenaga. Keluhan yang selama ini sering kita dengar dari guru adalah, selalu kekurangan waktu untuk mencapai target kurikulum. Sering terjadi guru menghabiskan banyak waktu untuk menjelaskan suatu materi pelajaran. Hal ini sebenarnya tidak harus terjadi jika guru dapat memanfaatkan media secara maksimal. Misalnya, tanpa media seorang guru tentu saja akan menghabiskan banyak waktu untuk mejelaskan sistem peredaran darah manusia atau proses terjadinya gerhana matahari. Padahal dengan bantuan media visual, topik ini dengan cepat dan mudah dijelaskan kepada anak. Biarkanlah media menyajikan materi pelajaran yang memang sulit untuk disajikan oleh guru secara verbal. Dengan media, tujuan belajar akan lebih mudah tercapai secara maksimal dengan waktu dan tenaga seminimal mungkin. Dengan media, guru tidak harus menjelaskan materi pelajaran secara berulang ulang, sebab hanya dengan sekali sajian menggunakan media, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran.
·         Meningkatkan kualitas hasil belajar. Penggunaan media bukan hanya membuat proses pembelajaran lebih efisien, tetapi juga membantu siswa menyerap materi pelajaran lebih mendalam dan utuh. Bila hanya dengan mendengarkan informasi verbal dari guru saja, siswa mungkin kurang memahami pelajaran secara baik. Tetapi jika hal itu diperkaya dengan kegiatan melihat, menyentuh, merasakan, atau mengalami sendiri melalui media, maka pemahaman siswa pasti akan lebih baik.
·         Media memungkinkan proses pembelajaran dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.Media pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dapat melakukan kegiatan pembelajaran secara lebih leluasa, kapanpun dan dimanapun, tanpa tergantung pada keberadaan seorang guru. Program program pembelajaran audio visual, termasuk program pembelajaran menggunakan komputer, memungkinkan siswa dapat melakukan kegiatan belajar secara mandiri, tanpa terikat oleh waktu dan tempat. Penggunaan media akan menyadarkan siswa betapa banyak sumber sumber belajar yang dapat mereka manfaatkan dalam belajar. Perlu kita sadari bahwa alokasi waktu belajar di sekolah sangat terbatas, waktu terbanyak justru dihabiskan siswa di luar lingkungan sekolah.
·         Media dapat menumbuhkan sikap positip siswa terhadap materi dan proses belajar. Dengan media, proses pembelajaran menjadi lebih menarik sehingga mendorong siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan dan gemar mencari sendiri sumber sumber ilmu pengetahuan. Kemampuan siswa untuk belajar dari berbagai sumber tersebut, akan bisa menanamkan sikap kepada siswa untuk senantiasa berinisiatif mencari berbagai sumber belajar yang diperlukan.
·         Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif. Dengan memanfaatkan media secara baik, seorang guru bukan lagi menjadi satu satunya sumber belajar bagi siswa. Seorang guru tidak perlu menjelaskan seluruh materi pelajaran, karena bisa berbagi peran dengan media. Dengan demikian, guru akan lebih banyak memiliki waktu untuk memberi perhatian kepada aspek aspek edukatif lainnya, seperti membantu kesulitan belajar siswa, pembentukan kepribadian, memotivasi belajar, dan lain-lain.
          Menurut Nurhayati dan sappe (2004), media pembelajaran mempunyai fungsi  sebagai :
1) memperjelas dan memperkaya/melengkapi informasi yang diberikan secara verbal.
2) meningkatkan motivasi, efektivitas dan efesiensi penyampaian informasi.
3) menambah variasi penyajian materi.
4) dapat menimbulkan semangat, gairah, dan mencegah kebosanan siswa untuk belajar.
5) memudahkan materi untuk dicerna dan lebih membekas, sehingga tidak mudah dilupakan  
    siswa.
6) memberikan pengalaman yang lebih konkret bagi hal yang mungkin abstrak.
7) memberikan stimulus dan mendorong respon siswa.      
   
E. Kelebihan Media Animasi     
Kelebihan media animasi adalah penggabungan unsur media lain seperti audio, teks, video, image, grafik, dan sound menjadi satu kesatuan penyajian, sehingga mengakomodasi sesuai dengan modalitas belajar siswa. Selain itu, dapat mengakomodasi siswa yang memiliki tipe visual,visual,dan auditif (Sudrajat, 2010).Ada beberapa faktor yang mempengaruhi seorang guru atau pelatih dalam memilih dan menggunakan media audio-visual dalam menyampaikan informasi, fikiran dan pesan kepada anak didiknya, menurut Sadiman (2003:23) dalam Anonim (2009) antara lain:
1) Media audio-visual mempermudah orang menyampaikan dan menerima materi, fikiran dan  
    pesan serta dapat menghindarkan salah pengertian.
2) Media audio-visual mendorong keinginan seseorang untuk mengetahui lebih lanjut informasi  
     yang sedang dipelajarinya.
3) Media audio-visual dapat mengekalkan pengertian yang didapat dalam buku materi.
4) Media audio-visual sudah berkembang di masyarakat.

F. Kelemahan Media Animasi 
       Media animasi merupakan media yang cocok digunakn dalam pembelajaran,karena dengan menggunakan media animasi siswa dapat mengetahui atau lebih mudah memahami tentang materi tang disampaikan oleh guru. Hanya saja Pedidik harus juga berfikir kreatif untuk menggunakan animasi sesuai dengan materi yang disampaikan, sehingga siswa dapat memhami isi materi yang terkandung dalam animasi yang ditampilkan oleh guru. Menurut Artawan (2010), kelemahan dari media animasi diantaranya :
1) Memerlukan kreatifitas dan ketrampilan yang cukup memadai untuk mendesain animasi yang  dapat secara efektif digunakan sebagai media pembelajaran
2)Memerlukan software khusus untuk membukanya
3)Guru sebagai komunikator dan fasilitator harus memiliki kemampuan memahami siswanya,  bukan memanjakannya dengan berbagai animasi pembelajaran yang cukup jelas tanpa adanya usaha belajar dari mereka atau penyajian informasi yang terlalu banyak dalam satu frame cenderung akan sulit dicerna siswa.
      Menggunakan media animasi memang mempunyai beberapa kelemahan yang timbul,namun kelemahan itu tentunya dapat diatasi.Cara mengatasiya tetunya pendidik atau guru haru kreatif dan menguasai sofwer yang dibutuhkan. Selain dari pedidik yang berperan yang harus dipehuhi adalah fasilitas yang mendukung.




BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
       Media pembelajaran memeng mempunyai peran yang sangat penting dan dibutuhkan untuk membantu dalam mempermudah dalam menagkap materi yang disampaikan oleh guru. Salah satu media yang dipergunakn dalam pembelajaran adalah media visual yaitu animasi. Media animasi utuk pembelajaran memang sanagat membantu utuk mempermudah dan lebih efisien untuk pedidik utuk menyanpaikan materi yang dibutuhkan. Sudah banyak ahli tentang keuggulan menggunakan media animasi untuk pembelajaran slah satunya menurut Sadiman (2003:23) dalam Anonim (2009) antara lain:
1) Media audio-visual mempermudah orang menyampaikan dan menerima materi, fikiran dan 
    pesan serta dapat menghindarkan salah pengertian.
2) Media audio-visual mendorong keinginan seseorang untuk mengetahui lebih lanjut informasi  
     yang sedang dipelajarinya.
3) Media audio-visual dapat mengekalkan pengertian yang didapat
4) Media audio-visual sudah berkembang di masyarakat.
       Dari pendapat Sadiman semakin menegaskan bahwa media animasi memang sangat medukung dalam pendidikan. Karena dengan menggunakan media animasi selain siswa yang lebih mudah mehami materi yang disampaikan oleh guru. Lebih efisien dalam hal waktu, dan tenga denga media yang menyajikan materi pelajaran yang memang sulit untuk disajikan oleh guru secara verbal. Dengan media, tujuan belajar akan lebih mudah tercapai secara maksimal dengan waktu dan tenaga seminimal mungkin. Dengan media, guru tidak harus menjelaskan materi pelajaran secara berulang ulang, sebab hanya dengan sekali sajian menggunakan media, siswa akan lebih mudah memahami pelajaran. Karena dibantu dengan media yang mendukun dalam menyampaikan materi dan lebih efisien waktu, maka guru akan lebih banyak memiliki waktu untuk memberi perhatian kepada aspek aspek edukatif lainnya, seperti membantu kesulitan belajar siswa, pembentukan kepribadian, memotivasi belajar, dan lain-lain.



DAFTAR PUSTAKA

          Sudjana, DR. Nana dan DRS. Ahmad Rivai.2005. Media Pengajaran. Bandung : Sinar Baru Algensindo
          http://edukasi.kompasiana.com/2009/12/18/media-pembelajaran-arti-posisi-fungsi-klasifikasi-dan-karakteristiknya/
          http://kamriantiramli.wordpress.com/2011/02/28/pengaruh-penggunaan-media-animasi-sebagai-strategi-pembelajaran-aktif-pada-konsep-metabolisme-di-kelas-xii-man-negeri-2-sinjai/i
Rate This
            http://garengs-sofian.blogspot.com/2009/08/manfaat-animasi.html


Reaksi:

1 komentar: